Empat Jalan Kemajuan Perubahan Iklim

Waktu terus berlalu, tantangan global membutuhkan solusi global; semua bangsa harus menjalin kerja sama baru pada pembicaraan UNFCCC di Durban, Afrika Selatan

Pintu kesempatan untuk menghentikan perubahan iklim dengan cepat  menutup, oleh sebab itu  ada tuntutan mendesak, dan kolektif, yaitu kepemimpinan kreatif bangsa-bangsa dalam pembicaraan iklim PBB di Durban untuk menghindari konsekuensi berbahaya dan berpotensi tidak dapat dipulihkan (irreversible) bagi kehidupan di Bumi.

Demikian salah satu kata penting yang akan dibawa oleh delegasi Conservation International (CI), yang menyertakan delegasi ilmiah, ahli ekonomi, sosial dan kebijakan dari negara maju dan berkembang di seluruh dunia,  guna mendukung pemimpin dunia di Durban Afrika Selatan dari 28 November - 9 Desember, di arena Konferensi ke-17 Para Pihak (COP 17) Konvensi  PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

Di Durban, para negosiator akan bernegosiasi untuk sebuah keputusan sulit dalam membahas upaya pembatasan emisi menurut  Protokol Kyoto, yang akan berakhir tahun 2012.  Perhatian banyak dicurahkan pada masa depan Protokol  agar dapat memperjuangkan  perjanjian yang mengikat secara hukum dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Conservation International percaya bahwa kemajuan yang berarti dapat dan juga akan dilakukan tahun ini, jika kesepakatan segera dicapai setidaknya dalam empat bidang utama:

  1. Mandat untuk perjanjian baru tentang iklim dengan melibatkan komitmen yang berarti bagi bangsa pencemar (emmiter). Sementara berbagai negara tidak perlu membuat perjanjian iklim baru di Durban, namun mereka harus bernegosiasi dengan niat yang eksplisit dan melangkah  maju pada sebuah skema perjanjian resmi yang baru untuk seluruh negara.
  2. Perincian kesapakatan detail tentang REDD+ yang kemudian akan memberikan kejelasan, kemudahan dan aturan main yang pasti untuk negara yang akan menerapkan sehingga mereka dapat mengimplementasikan, melaporkan, dan mengukur aksi-aksi REDD+ dalam rangka untuk menjamin kepasitian investasi yang mereka lakukan.
  3. Petunjuk operasionalisasi Green Climate Fund,  yang secara konseptual dibuat di dalam perjanjian Cancun, yang membuat sebuah ‘cetak biru’ bantuan pembiayaan bagaimana dana perubahan iklim dikelola, dengan alokasi untuk adaptasi yang digunakan minimal 50% pendanaan iklim.
  4. Desain dan pembentukan Komite Adaptasi dengan perwakilan yang kuat dari negara-negara maju dan negara berkembang, yang berfungsi untuk membantu adaptasi internasional dalam kaitan mekanisme pendanaan masa depan yang akan membiayayai aktifitas adaptasi.

“Kita tentu saja memerlukan sesegera mungkin perjanjian iklim yang komprehensip, dimana mitigasi dan adaptasi menjadi prioritas tinggi dalam agenda global dibidang pembangunan dan ekonomi. Diharapkan dengan beberapa kunci diatas, para pihak di Durban dapat membuat langkah konkrit tahun ini, menciptakan kondisi bahwa REDD+ diperbolehkan secara tranformatif untuk upaya mitigasi dan konservasi yang kita tahu hal tersebut dapat dilakukan,” kata Rebecca Chacko, CI’s Senior Director untuk kebijakan iklim internasional.

Dengan keahlian yang mendalam tentang penurunan emisi yang dikenal dengan skema REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation plus conservation) dan dalam adaptasi iklim, Conservation International dan partnernya telah bekerja di tingkat kabupaten, propinsi serta di tingkat nasional dalam bentuk proyek pilot yang terdapat di empat benua. 

Diantara  kegiatan yang dilakukan oleh CI  adalah aktivitas pelatihan yang berkaitan dengan kesiapan REDD berupa lokakarya dan konsultasi yang dilakukan di 14 negara sejak tahun 2007 yang mencakup keterlibatan pemerintah dan komunitas masyarakat adat; model ilmiah dan ekonomi deforestasi dan intervensi adanya REDD+ untuk memperkirakan  baseline dan dampak nya.  Selain itu dilakukan juga pilot adaptasi dengan menggunakan proyek-proyek ekosistem untuk negara-negara yang rentan terhadap perubahan iklim yang juga dimasukkan sebagai contoh sukses untuk Program UNFCCC di Nairobi

Di tingkat kebijakan untuk REDD+, Conservation International menekankan akan pentingnya para pihak untuk membuat keputusan tentang pendanan yang cukup, dapat diprediksi dan berkelanjutan, yang juga memberikan jalan pada keterlibatan public, pasar dan sumber yang inovatif lainnya.

“ Diperlukan 100 miliar dollar pertahun yang harus diberikan oleh Negara Negara maju sebagai start awal untuk tahun 2020. Diperkirakan pertahun diperlukan 25-30 miliar dollar hanya untuk upaya mereduksi penggundulan hutan melalui skema REDD+. Lebih besar lagi—tentunya biaya diperlukan untuk beradaptasi pada dampak iklim. Tentu saja ini kelihatan besar, apalagi dimasa perekonomian menemui tantangan seperti sekarang ini, tapi REDD+ merupakan salah satu yang langsung dan merupakan jalan yang hemat untuk menurunkan emisi global, memperlambat perubahan iklim, dan menjamin bahwa hutan dapat menyediakan penyangga serta jasa untuk kehidupan bagi manusia dan keanekaragaman hayati.," tambah Chacko.

"Ditambah lagi, menurut laporan terakhir International Energy Agency (IEA), setiap dollar kita gagal untuk investasi bagi upaya pengurangan atas perubahan iklim, sekarang biayanya bertambah naik menjadi lebih dari empat dollar di ukur dari upaya sekarang untuk menghadapi konsekwensi perubahan iklim di masa mendatang. Jadi jelas sekali, jalan yang terbaik untuk meningkatkan skala pendanaan adalah melalui kombinasi mekanisme pasar dan dana public untuk mendanai REDD+.”

Untuk menjamin REDD+ menjadi investasi yang aman untuk berbagai sumber, , Conservation International memberikan masukan bagi para pihak di Durban  untuk melakukan pendekatan pada tiga hal:

  • Reference Levels:   Kita memerlukan petunjuk (guidelines) untuk referensi di tingkat nasional yang jelas dan pasti, guna memastikan bahwa REDD+  adalah aktivitas yang bisa diinvestasikan.
  • MRV:  Kita perlu  petunjuk yang jelas bagaimana Negara harus mengukur, melaporkan dan jugam memperifikasi penurunan emisi dimana investor dapat meyakini bahwa aktifitas REDD+ menghasilkan pengurangan emisi yang nyata.
  • Safeguards: Kita perlu petunjuk bagaimana sebuah Negara  dapat menyediakan informasi yang jelas tentang REDD+ sehingga kita mengetahui hal ini akan menguntungkan secara sosial maupun lingkungan, sementara itu juga ada jaminan masyarakat setempat ataupun masyarakat adat  dapat terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

(Keterangan Gambar: Hutan alam Mamberamo, Papua. Foto: © CI, Stephen Richard)

KONTAK MEDIA INFORMASI
Patricia Yakabe MalentaquiInternal Communications Director2011 Crystal DriveSuite 500Arlington, Virginia 22202pmalentaqui@conservation.org (703) 341-2471
RSS Feed