Maskot Penyu Belimbing Kunjungi Bentang Laut "Kepala Burung"

Maskot Perlindungan Penyu, Mr. Leatherback Turtle atau Si Penyu Belimbing Mengunjungi Bentang Laut Kepala Burung di Papua


Hai, Tuan Penyu Belimbing di sini. Jika anda tidak mengenal saya, saya adalah penyu laut yang mengelilingi dunia sebagai duta bagi spesies saya, membawa pesan kepada manusia tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan laut tempat kami tinggal. Sebagai contoh – anda, manusia bergantung laut sama seperti saya, makanan anda, iklim, rekreasi, dan bahkan udara yang anda hirup! Sangat penting bagi kita semua untuk mengerti cara menjaga laut, dan apa yang bisa kita lakukan.

Saya kembali di Indonesia dengan beberapa teman yang menyayangi saya dari Conservation International (CI). Kami ada di sini di Teluk Cerawasih  di semenanjung Kepala Burung, Papua. Seperti yang ditunjukkan sahabat lama saya, Mark Erdmann, beberapa hari yang lalu, kehidupan di laut yang sangat menakjubkan, belum lagi hutan belantaranya yang sangat penting dan juga kebudayaan lokal /tradisional yang sangat menggoda. Ada lebih dari 700 bahasa berbeda digunakan di pulau ini, yang  membuatnya sebagai tempat dengan keanekaragaman bahasa dan keanekaragaman paling tinggi di planet ini.

Saya lahir di bagian lain Samudra Pasifik di Kosta Rika, tempat dimana spesies saya tinggal sedikit dan berjauhan. Dibagian timur Pasisifk, penyu belimbing telah menurun jumlahnya hampir 90 persen selama hampir seperempat abad.

Di sini di Pasifik Barat, kita tidak merasa disakiti. Populasi sarang paling besar bagi penyu belimbing di laut Pasifik adalah di sini, di Indonesia yaitu di pantai yang bernama Jamursba-Medi. Ada ribuan penyu belimbing betina bertelur di sini setiap tahun. Setelah bertelur, penyu-penyu belimbing ini berkelilingi dunia untuk mencari makan; satu penyu ditandai dengan satelit beberapa tahun lalu telah berenang sejauh 12,774 mil (20,558 km) hampir selama 647 hari untuk mencari tempat makanan di dekat Oregon di AS, yang merupakan salah satu  kawasan migrasi terpanjang yang pernah dicatat oleh hewan laut! Penyu tersebut tidak berhenti di sini – dia berbalik dan kembali menuju Hawaii sebelum satelitnya mati.

Saat ini, saya berenang sebagai penyu berikutnya, dan saya akan pergi jauh mencari makanan kesukaan yaitu ubur-ubur, tapi hal itu membuat sirirp saya sakit hanya  memikirkan pergi sejauh itu.

Ketujuh spesies penyu  harus hidup berhati-hati sekarang ini. Kemanapun kami pergi, kami harus waspada terhadap benda-benda seperti jaring-jaring dan penangkap ikan, karena kami bisa terjerat dan terjebak. Kami juga harus khawatir terhadap hilangnya pantai-pantai tempat kami bertelur, sejak manusia membangun hotel dan menyalakan lampu-lampunya dengan terang yang bisa membuat kami kesulitan untuk datang dan meletakkan telur-telur kami. Kami tahu kalau segala sesuatunya berubah drastis – ketika menyebutkan perubahan iklim global, dan kami khwatir perubahan tersebut menyebabkan naiknya permukaan laut dan semakin tingginya suhu air laut yang bisa menjadi masalah besar bagi kami.

Beberapa orang masih memburu dan memakan kami, atau menggunakan cangkang kami untuk membuat perhiasan.

Masalah lain bagi anda, manusia, sepertinya menjadi bagian dari polusi plastik – semua jenis botol plastik sekali pakai, kantong plastik berakhir di laut dimana semua plastik tersebut  terlihat mengambang seperti ubur-ubur. Dan penyu belimbing lain kawan-kawanku dan aku memakannya tak sengaja. Baru saja kemarin saya hampir tersedak karena kantong plastik (lihat video dibawah). Jadi tolong kami dan gunakan tas selain plastic dan botol  air daur ulang, maksud saya adalah, agar sampah tersebut tidak berakhir di laut rumah kami.

Saya baru saja mengunjungi kota kecil di Yende pada hari yang lain untuk menjumpai penduduk lokal. Anak-anak terlihat senang berjumpa saya, dan mereka mengajak berkeliling menunjukkan rumah indah mereka.

Saya juga telah berjumpa dan berbicara dengan beberapa penyu belimbing sabahat baru saya. Mereka sangat berterima kasih atas kegiatan manusia yang melindungi pantai-pantai penting tempat bertelur, dan kami semua mengucapkan terima kasih atas bantuannya karena memperluas wilayah yang dilindungi di Bentang Laut Kepala Burung dan seluruh Pasifik.

Ok, sampai disini dulu. Salam

Diterjemahkan dari Blog Conservation International

RSS Feed